Kota? Ini mayat, Sayang. Kami cuma menumpang di dalamnya dan berusaha tidak membangunkannya.
Kota di dalam dada
Jalan utama mengikuti tulang belakang the Fallen, dari panggul sampai ke tengkorak.
HungerSumsum itu manis kalau dibakar. Pertanyaannya, dari mana kamu tahu rasanya?
NerveBisikan bukan alasan untuk lari. Setidaknya belum.
Tak seorang pun ingat siapa yang membunuh the Fallen. Catatan hanya menyebut jatuhnya: seribu tahun silam, melintang di gurun garam, dadanya terbuka ke langit. Para peziarah datang untuk berduka. Mereka tinggal untuk menggali.
Sekarang rumah-rumah bergantung di tulang rusuk, para pustakawan bekerja di dalam tengkorak, dan sumur di tulang paha memberi kota cahaya serta sihir. Lalu sumsum mulai habis. Tulang mulai berbisik, dan beberapa orang mulai menjawab.
Lima faksi berebut sisa sumsum: Chapter of Rib yang berdoa, Wellwrights yang menggali, Quiet Archive yang menyimpan, Saltborn yang datang dari gurun, dan Hollow Court yang tinggal di rongga jantung. Masing-masing akan memintamu memihak. Sebagian akan mengingat jawabanmu sampai akhir permainan.
Bram Hollin
Jangan dengarkan Tamsin. Kota ini bukan mayat, ini dapur. Dan akulah yang menimba kuahnya.
GraceSebentar lagi dia menawarimu sup sumsum. Tolak dengan sopan.
Rombongan
KamuSiapa saja yang akan ikut denganku?
Tamsin Rook
Enam orang, kalau nasibmu bagus. Dua di antaranya bakal membencimu sebelum minggu ini habis.
Isolde Quill
Bangun di mata the Fallen tanpa ingatan. Menarik. Aku punya tiga rak buku tentang orang sepertimu, dan semuanya berakhir buruk.
Ribhaven punya enam rekan. Mereka mengingat ucapanmu, dan rasa suka atau benci mereka bergeser dari satu percakapan ke percakapan berikutnya. Bohong terlalu sering, dan ada yang pergi tanpa pamit.
Garrow Teague
Empat puluh tahun aku mengawal kafilah lewat garam. Aku hafal wajah orang yang akan kabur. Wajahmu belum begitu.
Doctor Vesk
Ssst. Tulang ini sedang membicarakanmu. Katanya kamu bukan orang pertama yang bangun di sana.
WitsTulang tidak bicara. Tapi Vesk baru saja menyebut sesuatu yang belum kamu ceritakan pada siapa pun.
KamuBagaimana orang di sini menyelesaikan masalah?
Sister Cael
Dengan bicara, dengan pisau, atau dengan berjalan sangat pelan. Tapi dengarkan dulu suara-suara di kepalamu. Mereka sudah tidak sabar.
Marrow Voices
Atributmu punya mulut sendiri. Wits, Nerve, Grace, dan Hunger menyela percakapan, saling membantah, kadang berbohong. Setiap cek kemampuan dilempar dengan dadu tulang, dan angkanya tidak berhenti di berhasil atau gagal: angka itu menentukan pintu mana yang terbuka. Kampanyenya sekitar tujuh puluh jam, dan setiap masalah bisa dibereskan lewat bicara, pertarungan, atau menyelinap.
GraceKamu terlalu cepat menyimpulkan. Biarkan dia selesai bicara.
HungerAtau jangan. Gerbang di depan itu bau sumsum segar.
Ossuary Warden
Tengkorak tidak menerima tamu tanpa nama. Buktikan kamu pantas lewat.
Wits
Lihat engsel di pinggir topengnya. Kamu butuh 10 dari dua dadu ditambah 2.
Hasilnya menentukan jalan masuk berikutnya. Kamu boleh melempar ulang satu kali.
Di balik gerbang
Gerbang belum memutuskan. Sampai dadu dilempar, kedua jalan masuk bisa kamu baca.
Kalau dadu berpihak
Perpustakaan di dalam tengkorak
Warden menurunkan tongkatnya. Di balik gerbang, cahaya bulan masuk lewat dua rongga mata dan jatuh ke rak-rak yang dipahat langsung di tulang. Isolde Quill sudah menunggu dengan buku terbuka di halaman tentang dirimu.
Halaman itu kosong, kecuali satu baris tulisan tangan yang tintanya masih basah.
Kalau dadu menolak
Masuk lewat sumur sumsum
Warden tidak bergeser. Kamu mundur, memutar ke tulang paha, dan turun lewat tangga para penggali. Bram Hollin menyodorkan ember tanpa bertanya apa-apa.
Di dasar sumur, sumsum berpendar biru. Sesuatu di bawahnya menyebut namamu sebelum kamu sendiri ingat.
Tamsin Rook
Di sinilah kamu bangun. Dari sini semua jalan menurun.