“Pelan-pelan, Nak, kamu baru tidur tiga hari di mata dewa.”Tamsin Rook, penyeberang jembatan rusuk

1Mulai Percakapan

Percakapan pertama

Tamsin Rook

Jadi kamu yang tidur di rongga mata itu. Tanpa nama, tanpa sepatu, dan anehnya tanpa luka. Orang-orang di bawah sudah sibuk menebak kamu ini apa.

Aku Tamsin. Aku menyeberangkan orang lewat jembatan rusuk. Kalau mau turun, kamu tanya aku dulu.

WitsDia memeriksa kantongmu waktu kamu tidur. Kantongmu kosong. Dia kelihatan kecewa.

  1. 1.Kota ini sebenarnya apa?
  2. 2.Siapa saja yang akan ikut denganku?
  3. 3.Bagaimana orang di sini menyelesaikan masalah?

KamuKota ini sebenarnya apa?

Tamsin Rook

Kota? Ini mayat, Sayang. Kami cuma menumpang di dalamnya dan berusaha tidak membangunkannya.

Kota di dalam dada

Jalan utama Ribhaven di atas ruas tulang belakang, dengan kios bertenda tulang dan tengkorak raksasa di ujung jalan

Jalan utama mengikuti tulang belakang the Fallen, dari panggul sampai ke tengkorak.

HungerSumsum itu manis kalau dibakar. Pertanyaannya, dari mana kamu tahu rasanya?

NerveBisikan bukan alasan untuk lari. Setidaknya belum.

Tak seorang pun ingat siapa yang membunuh the Fallen. Catatan hanya menyebut jatuhnya: seribu tahun silam, melintang di gurun garam, dadanya terbuka ke langit. Para peziarah datang untuk berduka. Mereka tinggal untuk menggali.

Sekarang rumah-rumah bergantung di tulang rusuk, para pustakawan bekerja di dalam tengkorak, dan sumur di tulang paha memberi kota cahaya serta sihir. Lalu sumsum mulai habis. Tulang mulai berbisik, dan beberapa orang mulai menjawab.

Lima faksi berebut sisa sumsum: Chapter of Rib yang berdoa, Wellwrights yang menggali, Quiet Archive yang menyimpan, Saltborn yang datang dari gurun, dan Hollow Court yang tinggal di rongga jantung. Masing-masing akan memintamu memihak. Sebagian akan mengingat jawabanmu sampai akhir permainan.

Jembatan tali dan papan terbentang di antara dua tulang rusuk raksasa, rumah-rumah menempel di sisi dalam tulang
Bram Hollin

Jangan dengarkan Tamsin. Kota ini bukan mayat, ini dapur. Dan akulah yang menimba kuahnya.

GraceSebentar lagi dia menawarimu sup sumsum. Tolak dengan sopan.

Rombongan

KamuSiapa saja yang akan ikut denganku?

Tamsin Rook

Enam orang, kalau nasibmu bagus. Dua di antaranya bakal membencimu sebelum minggu ini habis.

Isolde Quill memegang buku terbuka dan menunjuk satu baris
Isolde Quill

Bangun di mata the Fallen tanpa ingatan. Menarik. Aku punya tiga rak buku tentang orang sepertimu, dan semuanya berakhir buruk.

Ribhaven punya enam rekan. Mereka mengingat ucapanmu, dan rasa suka atau benci mereka bergeser dari satu percakapan ke percakapan berikutnya. Bohong terlalu sering, dan ada yang pergi tanpa pamit.

Garrow Teague memasang kuda-kuda rendah dengan tombak terhunus
Garrow Teague

Empat puluh tahun aku mengawal kafilah lewat garam. Aku hafal wajah orang yang akan kabur. Wajahmu belum begitu.

Doctor Vesk berlutut, menempelkan telinga ke pecahan tulang yang berpendar
Doctor Vesk

Ssst. Tulang ini sedang membicarakanmu. Katanya kamu bukan orang pertama yang bangun di sana.

WitsTulang tidak bicara. Tapi Vesk baru saja menyebut sesuatu yang belum kamu ceritakan pada siapa pun.

KamuBagaimana orang di sini menyelesaikan masalah?

Sister Cael mengangkat telapak tangan, lonceng tulang di tangan satunya
Sister Cael

Dengan bicara, dengan pisau, atau dengan berjalan sangat pelan. Tapi dengarkan dulu suara-suara di kepalamu. Mereka sudah tidak sabar.

Marrow Voices

Atributmu punya mulut sendiri. Wits, Nerve, Grace, dan Hunger menyela percakapan, saling membantah, kadang berbohong. Setiap cek kemampuan dilempar dengan dadu tulang, dan angkanya tidak berhenti di berhasil atau gagal: angka itu menentukan pintu mana yang terbuka. Kampanyenya sekitar tujuh puluh jam, dan setiap masalah bisa dibereskan lewat bicara, pertarungan, atau menyelinap.

GraceKamu terlalu cepat menyimpulkan. Biarkan dia selesai bicara.

HungerAtau jangan. Gerbang di depan itu bau sumsum segar.

Gerbang Tengkorak: gerbang di tulang rahang dengan gigi geraham raksasa sebagai pilar dan dua anglo api sumsum
Ossuary Warden

Tengkorak tidak menerima tamu tanpa nama. Buktikan kamu pantas lewat.

Cek Kemampuan: jawabanmu
Wits

Lihat engsel di pinggir topengnya. Kamu butuh 10 dari dua dadu ditambah 2.

Hasilnya menentukan jalan masuk berikutnya. Kamu boleh melempar ulang satu kali.

Di balik gerbang

Gerbang belum memutuskan. Sampai dadu dilempar, kedua jalan masuk bisa kamu baca.

Perpustakaan di dalam tengkorak, rak dipahat di dinding tulang dan cahaya bulan masuk lewat dua rongga mata
Kalau dadu berpihak

Perpustakaan di dalam tengkorak

Warden menurunkan tongkatnya. Di balik gerbang, cahaya bulan masuk lewat dua rongga mata dan jatuh ke rak-rak yang dipahat langsung di tulang. Isolde Quill sudah menunggu dengan buku terbuka di halaman tentang dirimu.

Halaman itu kosong, kecuali satu baris tulisan tangan yang tintanya masih basah.

Sumur sumsum di dalam tulang paha, tangga kayu melingkar turun ke kolam sumsum yang berpendar biru
Kalau dadu menolak

Masuk lewat sumur sumsum

Warden tidak bergeser. Kamu mundur, memutar ke tulang paha, dan turun lewat tangga para penggali. Bram Hollin menyodorkan ember tanpa bertanya apa-apa.

Di dasar sumur, sumsum berpendar biru. Sesuatu di bawahnya menyebut namamu sebelum kamu sendiri ingat.

Bagian dalam rongga mata the Fallen: alas tidur kusut dan bara yang hampir padam di tepian, kota berlampu jauh di bawah
Tamsin Rook

Di sinilah kamu bangun. Dari sini semua jalan menurun.

Turun dari rongga mata

Ribhaven sudah rilis di dua platform.

  • PC (Windows)
  • PlayStation 5
  1. 2.Ulangi pertanyaanku dari awal.

Trailer Ribhaven

Pemutar dimuat dari youtube-nocookie.com setelah kamu menekan Putar.Buka di YouTube